Tips Beli HP Second
Tips Beli HP Second - Foto: Steve Buissinne dari Pixabay

9 Tips Membeli HP Second agar tidak Tertipu

Posted on

Kebutuhan akan smartphone atau HP menjadi kebutuhan primer setiap orang saat ini. Tak bisa terelakkan, dalam dunia kerja, sekolah, bisnis, dan banyak hal lain membutuhkan HP untuk berkomunikasi. Komunikasi pun tak hanya sebatas untuk telpon dan sms saja, tapi juga komunikasi dalam bentuk lain. Yang lebih canggih menggunakan aplikasi – aplikasi modern saat ini.

Selain itu, kebutuhan akan informasi juga menjadi daya dorong orang – orang memiliki HP. Karena, informasi yang ditampilkan dari media internet lebih cepat tersampaikan. Serta masih banyak lagi kebutuhan manusia yang memerlukan HP untuk hiburan.

Karena menjadi kebutuhan premier inilah, setiap orang perlu memiliki HP. Sayangnya, harga HP yang diinginkan terkadang tidak terjangkau oleh budget yang dimiliki. Supaya tetap mendapatkan HP dengan harga yang sesuai budget dan kualitas yang diinginkan, kamu bisa memilih membeli HP second.

HP second tak selamanya buruk. Asalkan kamu membeli di tempat yang tepat dan teliti sebelum membeli, tentu HP second tetap aman kamu beli. Di artikel kali ini akan membahas tips membeli HP second supaya tidak tertipu dan tetap mendapatkan apa yang kamu inginkan. Bagaimana tipsnya?

Inilah tips membeli HP second supaya tidak tertipu:

Cari Spesifikasi Handphone

Sebelum membeli, tentu kamu sudah mengincar merk HP yang akan kamu beli. Cari spesifikasi HP, keunggulan dan kelemahan, serta harga. Apalagi keunggulan dan kelemahan, biasanya banyak yang mengulas mengenai kelemahan HP, seperti baterai cepat panas, baterai cepat low bat, atau lainnya, yang dapat menjadi bahan pertimbangan serta ketika melakukan pengecekan nantinya. Harga jual baru dan bekas juga harus kamu cari. Jangan sampai tertipu oleh pedagang yang menjual dengan harga tinggi, untuk mendapatkan keuntungan semata.

Beli Barang BNOB

BNOB artinya Brand New Open Box, yaitu barang baru tapi sudah dibuka segel box nya. Biasanya, HP seperti ini dijual oleh mereka yang salah membeli HP kemudian dijual kembali. Harganya tentu lebih murah dari harga HP baru, namun sedikit lebih mahal dari HP second. Dengan mendapatkan barang BNOB, kamu bisa mendapatkan barang baru dengan harga di bawah harga pasaran baru.

Untuk bisa mendapatkannya, kamu bisa mencari di forum jual beli, atau langsung cari saja dengan kata kunci “BNOB”. Biasanya BNOB dijual langsung oleh mereka yang salah beli, bukan melalui counter. Sehingga, kamu bisa bertanya – tanya kepada si penjual mengenai HP ini.

Beli Barang yang masih Memiliki Garansi Resmi

HP second tidak selamanya HP yang sudah lama sekali dipakai oleh pemilik lama. Bisa saja, baru dipakai beberapa bulan, kemudian dijual. Nah, ini keuntungan kamu yang mencari HP second. Karena biasanya, HP ini masih memiliki garansi resmi.

Jika HP incaranmu sulit dicari second yang masih memiliki garansi, kamu bisa mencari yang garansinya baru habis. Misalnya satu atau bulan setelah garansi habis. Bukan HP yang sudah dipakai 3 tahun atau lebih oleh pengguna awalnya.

Perhatikan Penjual

Ketika memutuskan untuk membeli HP second, perhatikan pihak penjual. Apakah dia counter atau perorangan. Kamu dapat memperhatikan track record dari penjual. Jika dia sering menjual HP second dan memiliki track record yang baik, kamu dapat memilihnya. Biasanya, ini bisa diketahui ketika kamu berbelanja online dan melihat komentar dari pembeli yang pernah membeli HP second di toko orang tersebut

Cek Fisik HP

Cek fisik HP sangatlah penting. Inilah mengapa, membeli HP second lebih baik dilakukan secara langsung, tidak asal kirim saja. Jika asal kirim, kamu bisa menggunakan fitur COD (Cash on Delivery), sehingga kamu bisa meneliti dulu kondisi fisik dari HP.

Jika kondisinya sangat baik, tidak ada cacat atau lecet, kamu bisa membelinya. Sebaliknya, jika kondisinya sudah lecet atau bahkan ada yang hilang, sebaiknya batalkan saja. Tentu kamu tidak ingin menyesal karena salah membeli HP, bukan?

Cek Kelengkapan HP

Cek kelengkapan lainnya sesuai dengan keterangan penjual. Cek juga nomor IMEI di HP dan di box HP, sesuaikan. Selain itu, kamu juga harus melakukan cek pada tombol home, tombol power, dan tombol volume. Pastikan masih dapat berfungsi dengan baik, berjalan dengan normal dan tidak aneh. Karena komponen ini biasanya sering dipakai dan cepat rusak.

Pastikan keaslian earphone, biasanya earphone menjadi kelengkapan HP yang mana juga harus diteliti kondisinya. Dapat digunakan dengan baik, dan tidak ada cacat pada fisiknya.

Cek juga adapter dan kabel USB, pastikan masih berfungsi dengan baik dan tidak longgar. Jack audio juga harus dicek dan pastikan tidak tersendat – sendat. Cek juga speaker dan microphone, pastikan suara tidak pecah, dan kamu bisa mencobanya dengan mengecek di aplikasi seperti WhatsAapp. Jika speaker pecah, bisa dipastikan HP tersebut pernah terendam atau terkena air.

Pastikan Fitur di HP Berfungsi dengan Baik

Selanjutnya, lakukan pengecekan fitur dan pastikan semua berfungsi dengan baik. Yang perlu kamu cek adalah responsivitas layar secara keseluruhan, pastikan fungsi layar sentuh dapat berjalan dengan baik. Dari atas bawah, kiri kanan, hingga sudut layar. Sensor rotasi atau accelerometer juga dapat kamu coba dan pastikan berjalan dengan baik.

Cek juga ambient light sensor, yang meredupkan HP ketika berada di kegelapan atau ketika sedang telepon. Karena nanti HP mu akan digunakan untuk mengakses internet, pastikan juga periksa konektivitas, mulai dari Wifi, jaringan seluler, GPS, serta Bluetooth. Pasang langsung SIM card dan microSD card milikmu. Dan tentunya tak kalah penting, periksa juga kameranya. Cobalah ambil foto dengan flash atau tanpa flash dan lihat hasilnya. Kamu juga dapat mencoba mengambil video dan mencoba fitur – fitur dalam kamera dan video.

Coba Lakukan Restart

Setelah semua dicek, kamu bisa coba merestart HP. Hal ini untuk mengetahui apakah HP benar – benar barang asli atau tiruan. Karena, barang tiruan biasanya tidak muncul merk pada saat HP dihidupkan. Sementara barang asli akan muncul merk dari HP ketika pertama kali menyala.

Lakukan Factory Reset

Setelah kamu yakin dan melakukan pengecekan, jangan langsung membayar dan pulang. Lakukan dulu factory reset, ini dapat kamu lakukan jika kamu sudah yakin akan membelinya. Karena, pada OS Android Lollipop, ada fitur Factory Reset Protection. Dimana ini merupakan perlindungan yang membutuhkan password dari pengguna lama. Jika di reset secara paksa, maka HP tidak dapat digunakan sebelum memverifikasi ulang kepemilikan dengan akun Google sebelumnya di HP tersebut.

Itulah beberapa tips yang dapat dijadikan pedoman untuk membeli HP second. Tidak salah membeli HP second, yang terpenting jangan sampai tertipu supaya kamu bisa mendapatkan HP yang kamu inginkan tentu dengan harga yang lebih murah dari harga baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *