drama
Sumber: djarumfoundation.org

Ketahui Jenis-jenis Drama yang Ada di Dunia

Posted on

Kalau kamu mendengar kata drama, apa yang terlintas pertama kali? Drama teater atau drama korea? Terlebih di zaman sekarang, tidak harus menunggu ada pertunjukan teater, kita pun bisa memilih berbagai jenis drama entah itu di TV atau di internet. Tapi, tahukah kamu bahwa drama bukan hanya drama teater ataupun drama korea?

Drama memang banyak jenisnya, yaitu berdasarkan penyajian cerita, sarana pementasan, dan juga berdasarkan keberadaan naskah.  Semuanya berbeda dikarenakan unsur-unsur yang membangun setiap drama tersebut. Jadi, kalau kamu penasaran dan ingin memperdalam tentang ilmu drama, baca ulasan ini sampai habis ya!

Jenis Drama Berdasarkan Penyajian Cerita

Komedi

Dari awal tentu saja tujuan dari drama jenis komedi adalah untuk menghibur penonton. Dialognya dibuat supaya lucu dan pemeran yang dipilih pun biasannya memang komedian atau diatur supaya penampilannya menggelikan. Tapi meskipun begitu, drama komedi tetap memiliki pesan amanatnya sendiri. Humor dalam komedi pun terkadang bersifat cerdas dan terkesan satir.

Contoh drama komedi ialah A Midsummer Night’s Dream karya William Shakespeare. Di Indonesia sendiri drama komedi yang terkenal salah satunya adalah Dukun-dukunan atau Dokter Gadungan karya Puthut Buchori yang diadaptasi dari naskah karya Moliere dengan judul The Doctor in Spite of Himself.

Tragedi

Jika dalam drama komedi penuh dengan tawa, sebaliknya untuk jenis ini suasana yang terbangun adalah kesedihan. Karena memang drama ini menampilkan cerita tragis dari tokohnya, entah itu karena sial, takdir yang kurang beruntung, atau kejadian tiba-tiba yang sangat menyedihkan.

Contoh drama tragedi yang terkenal seperti Doctor Faustus karya Christopher Marlowe dan Tamburlaine, Romeo and JulietHamlet, dan Othello buatan William Shakespeare. Drama tragedi yang ada di Indonesia contohnya ialah Jakarta 2039 karya Seno Gumira Adjidarma yang mengisahkan tentang tragedi 1998.

Tragedikomedi

Dari namanya saja, kita bisa tahu kalau jenis drama ini menggabungkan antara drama komedi dengan drama tragedi. Begitulah, meski keduanya punya karakter cerita yang suasananya bertolak belakang. Tapi seniman membuatnya jadi karya seni yang menarik, dimana tragedi yang menyedihkan namun dibawakan dengan sedikit berlebihan sehingga jadi lucu dan menghibur layaknya drama komedi.

Contoh drama tragedikomedi ialah The Merchant of Venice garapan William Shakespeare. Sedangkan drama tragedikomedi yang ada di Indonesia ialah Tersebab Hang Jebat? karya Hang Kafrawi dan Sampek Engtay yang dimainkan Teater Koma.

Opera (Drama Musikal)

Istilah lain dari drama jenis ini adalah drama musikal. Itu karena dalam dialog antar para pemainnya, sesekali akan diselingi dengan musik atau nyanyian. Ketika ada kejadian yang sedikit menggugah emosi, pemerannya akan mulai menyanyikan lagu yang pas.

Contoh opera yang terkenal adalah The Fantasticks karya Tom Jones. Biasanya drama berjenis  ini dimainkan oleh teater Broadway. Selain itu adapula opera yang dibuat menjadi film seperti High School Musical atau La La Land. Drama opera juga ada di Indonesia, contohnya ialah Opera Kecoa karya N.Riantiarno yang dipentaskan oleh Teater Koma.

Melodrama

Kalau kamu pernah menonton drama yang sangat sentimen dan emosional, kemungkinan kamu sedang menonton jenis melodrama. Karena memang jenis yang satu ini sengaja dibuat agak berlebihan untuk menonjolkan sisi emosi, entah itu masalah percintaan atau kejadian yang menyedihkan. Selain itu biasanya tokoh antagonis dan protagonisnya dibuat sangat drastis perbedaannya. Contoh dari pementasan melodrama ialah Still Life garapan Noel Coward.

Tablo

Jika dalam opera menonjolkan sisi musik dan nyanyian, dalam drama jenis ini yang ditonjolkan adalah tarian atau gerakan. Para aktor akan melakukan gerakan sepanjang drama tanpa berbicara sama sekali. Jadi, keseluruhan pesan drama akan disampaikan lewat setiap gerakan dan ekspresi dari si aktor tersebut. Contoh drama tablo adalah pantomim. Di Indonesia ada komunitas teater yaitu Bengkel Mime yang biasanya menampilkan pantomim.

Farce

Jenis drama ini sering juga disebut dengan istilah dagelan atau lelucon. Ceritanya berpola komedi. Farce memunculkan gelak tawa lewat kata dan perbuatan. Sehingga membuat penonton tertawa dan merasa senang. Yang membedakan dengan drama komedi ialah, drama ini berisikan humor-humor rendah dan biasanya menggunakan kata kasar untuk menimbulkan gelak tawa penonton.

Contoh drama farce adalah The Importance of Being Earnest karya Oscar Wilde, seorang dramawan dan sastrawan asal London. Contoh yang sering kita lihat di Indonesia adalah pementasan srimulat. Karena pementasan tersebut tujuan utamanya memang untuk menghibur penonton.

Sendratari

Hampir sama dengan tablo, drama jenis ini juga menggunakan banyak tarian. Bedanya dalam sendratari masih ada dialognya dari para pemain. Sehingga sepanjang drama akan berisi dengan tarian dan dialog para tokohnya. Contoh drama jenis ini yang terkenal adalah drama Panji, Mahabarata dan Ramayana.

Jenis Drama Berdasarkan Pementasan

Drama Panggung

Drama panggung ialah drama yang dipentaskan oleh para aktor di atas panggung. Istilah lainnya dari drama panggung ialah teater. Karena drama panggung ditampilkan di depan orang banyak secara langsung. Terlebih lagi harus menggunakan panggung. Maka dari itu, kamu bisa menonton pertunjukan ini hanya di gedung pertunjukan atau gedung kesenian.

Dalam menulis naskah drama ini, penulis akan membayangkan tata letak panggung dan proses pementasanya. Dialog-dialog yang dibuat pun harus sehidup mungkin sesuai dengan tuntutan lakon.

Drama Televisi

Bagi kamu yang senang menonton televisi, tentunya drama jenis ini sudah tidak asing. Drama televisi merupakan drama yang dapat didengar dan ditonton secara sekaligus. Hanya saja tidak bisa diraba seperti drama panggung, karena penampilannya tidak secara langsung. Istilah lainnya dari drama televisi adalah sinetron, serial, dan lain sebagainya.

Drama Radio

Drama radio merupakan drama yang dipentaskan melalui media radio. Alhasil, drama ini hanya bisa dinikmati dengan mendengar. Drama radio mementingkan dialog yang bisa juga ditambahkan dengan selingan musik, sound effect, dan lainnya. Hal ini dikarenakan agar drama tetap menyentuh para pendengar melalui audio.

Drama Film

Drama film ialah drama yang ditampilkan melalui media film. Hampir sama dengan drama televisi, drama film juga dapat didengar dan ditonton. Hanya saja, hal yang membedakan adalah tempat untuk menontonnya biasanya di bioskop. Selain itu, durasi dalam film juga tidak berseries seperti drama televisi. Karena drama film hanya memakan waktu 1-2 jam untuk menontonya.

Drama Wayang

Drama ini merupakan drama yang unik. Karena pementasannya menggunakan wayang yang mana wayang adalah kebudayaan Indonesia. Setiap aktor yang terlibat menggunakan wayang, entah itu wayang kulit, wayang golek atau bahkan wayang orang. Yang menarik dari drama ini ialah adanya seorang dalang untuk memainkan wayang. Drama wayang biasanya mengangkat kisah-kisah Mahabarata, Ramayana, atau cerita-cerita tradisional.

Drama Boneka

Jika wayang digunakan sebagai sarana pementasan drama wayang, maka drama boneka ialah penampilan drama yang dipentaskan dengan menggunakan boneka. Setiap tokohnya diilustrasikan dengan boneka dan dimainkan dengan beberapa orang. Contoh pementasan drama boneka ialah sering dilakukan oleh Papermoon Puppet Theater yang berasal dari Yogyakarta.

Jenis Drama Berdasarkan Keberadaan Naskah

Drama Tradisional

Tahukah kamu, tidak semua drama menggunakan naskah atau skenario pementasan? Drama tradisional ialah contohnya. Drama tradisional atau bisa dibilang teater rakyat ialah segala jenis pertunjukan yang menggunakan aturan adat istiadat dan ceritanya tanpa menggunakan naskah.

Biasanya, dialog yang dimainkan pemain pun menggunakan bahasa daerah setempat. Pemain drama tradisional sangat mengandalkan improvisasi saat pementasan berlangsung. Hal tersebut dikarenakan alur pementasan hanya diceritakan melalui mulut saja. Bukan hanya itu saja, properti dan perlengkapannya pun sangat sederhana.

Drama Modern

Jika teater tradisional tidak menggunakan naskah, maka drama modern ialah drama yang menggunakan naskah. Naskah pada drama ini berfungsi untuk menjadi patokan para pemain dalam beradegan maupun berdialog. Dari adanya naskah pula, pemain dapat mengkaji karakter tokoh tersebut sehingga bisa memainkan peran sebaik mungkin. Maka dari itu, naskah pada drama modern sangatlah penting.

Begitulah jenis-jenis drama yang bisa kamu ketahui. Dengan memahami dan menonton drama itu berarti kamu sudah mengapresiasi kesenian, khususnya seni pertunjukan.


Referensi:

Suparyanta, Antonius. 2019. Jenis-jenis Drama. Yogyakarta: PT. Penerbit Intan Prawira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *